Yayasan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan
Seni Teater, Seni Musik, Seni Tari, Seni Rupa dan Seni Sastra
Tradisi LisanAdat IstiadatSeniBahasaPermainan Rakyat
Tentang Lembaga
Sanggar Budaya Kalimantan Selatan adalah salah satu lembaga seni tertua dan paling konsisten berkarya di Banjarmasin. Berdiri pada 1 November 1967, sanggar ini berada di bawah Yayasan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan yang sah secara hukum melalui Akta Notaris Nomor 15 tanggal 5 Mei 1967. Selama lima puluh delapan tahun, Sanggar Budaya menjadi rumah kreativitas, ruang pembentukan karakter seni, sekaligus pusat tumbuhnya
gagasan-gagasan kebudayaan yang berakar pada masyarakat Banjar namun tetap terbuka pada dunia.
Sanggar ini didirikan oleh Adjim Arijadi, seorang seniman besar yang dikenal sebagai Bapak Teater Modern Kalimantan Selatan.
Pada masa hidupnya, beliau menjadikan Sanggar Budaya sebagai tempat lahirnya eksperimen artistik, pelatihan disiplin teater, serta ruang dialog antara tradisi dan modernitas. Setelah beliau wafat, semangat, visi, dan warisan pemikirannya tetap menghidupi perjalanan Sanggar Budaya hingga tahun 2025. Sanggar ini terus
berdiri sebagai monumen hidup dedikasi Adjim Arijadi terhadap seni dan kebudayaan.
Selama lebih dari setengah abad berkarya, Sanggar Budaya telah menghasilkan ratusan pertunjukan teater, gelar sastra, musikalisasi puisi, pameran, dan kegiatan lintas disiplin lainnya. Repertoar yang dipentaskan tidak terbatas pada satu gaya atau satu zaman: mulai dari karya-karya asing (Barat) terjemahan, naskah sendiri, hingga karya para seniman Indonesia dari berbagai generasi. Ragam eksplorasi ini menunjukkan keberanian Sanggar Budaya untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperluas cakrawala artistiknya tanpa meninggalkan akar lokal.
Selain berkarya di dalam daerah, Sanggar Budaya Kalimantan Selatan juga aktif berpartisipasi dalam berbagai agenda teater nasional, termasuk Temu Teater Kalimantan, festival teater antar daerah, hingga event-event teater berskala Indonesia.
Partisipasi ini menjadi bukti bahwa Sanggar Budaya bukan hanya ruang lokal, tetapi bagian dari denyut perkembangan teater nasional. Melalui pertemuan lintas wilayah inilah, banyak gagasan, metode latihan, dan tradisi teater saling bertukar dan memperkaya perjalanan sanggar.
Filosofi berkesenian Sanggar Budaya selalu berangkat dari kegelisahan, yaitu kebutuhan untuk merespons fenomena sosial, perubahan zaman, tradisi yang bergerak, dan pergulatan batin manusia. Dari prinsip ini, karya-karya Sanggar Budaya sering menghadirkan kritik sosial, pembacaan atas realitas hidup rakyat kecil, serta penelusuran atas identitas dan kebijaksanaan lokal.
Sanggar Budaya tidak memisahkan tradisi dan modernitas secara kaku; keduanya dipertemukan sebagai bahan bakar penciptaan bentuk estetika yang terus berkembang.
Sampai hari ini, di usia 58 tahun, Sanggar Budaya Kalimantan Selatan tetap bertahan meski sering menghadapi keterbatasan fasilitas, ketimpangan perhatian, dan dinamika dunia kesenian yang tidak selalu adil. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir militansi dan solidaritas para penggeraknya. Sanggar Budaya tetap hidup melalui pergelaran rutin, workshop, lokakarya, latihan terbuka, hingga kegiatan tahunan Syukuran, Doa, dan Fatwa Budaya, yang menjadi ruang pertemuan lintas generasi dalam merawat ingatan dan harapan.
Sanggar Budaya Kalimantan Selatan bukan sekadar kelompok seni—ia adalah perjalanan panjang, rumah ide, rumah persaudaraan, dan rumah budaya yang terus bergerak. Dari tahun 1967 sampai sekarang, dari Adjim Arijadi hingga generasi hari ini, Sanggar Budaya tetap menyalakan nyala kecil seni yang tidak pernah padam
gagasan-gagasan kebudayaan yang berakar pada masyarakat Banjar namun tetap terbuka pada dunia.
Sanggar ini didirikan oleh Adjim Arijadi, seorang seniman besar yang dikenal sebagai Bapak Teater Modern Kalimantan Selatan.
Pada masa hidupnya, beliau menjadikan Sanggar Budaya sebagai tempat lahirnya eksperimen artistik, pelatihan disiplin teater, serta ruang dialog antara tradisi dan modernitas. Setelah beliau wafat, semangat, visi, dan warisan pemikirannya tetap menghidupi perjalanan Sanggar Budaya hingga tahun 2025. Sanggar ini terus
berdiri sebagai monumen hidup dedikasi Adjim Arijadi terhadap seni dan kebudayaan.
Selama lebih dari setengah abad berkarya, Sanggar Budaya telah menghasilkan ratusan pertunjukan teater, gelar sastra, musikalisasi puisi, pameran, dan kegiatan lintas disiplin lainnya. Repertoar yang dipentaskan tidak terbatas pada satu gaya atau satu zaman: mulai dari karya-karya asing (Barat) terjemahan, naskah sendiri, hingga karya para seniman Indonesia dari berbagai generasi. Ragam eksplorasi ini menunjukkan keberanian Sanggar Budaya untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperluas cakrawala artistiknya tanpa meninggalkan akar lokal.
Selain berkarya di dalam daerah, Sanggar Budaya Kalimantan Selatan juga aktif berpartisipasi dalam berbagai agenda teater nasional, termasuk Temu Teater Kalimantan, festival teater antar daerah, hingga event-event teater berskala Indonesia.
Partisipasi ini menjadi bukti bahwa Sanggar Budaya bukan hanya ruang lokal, tetapi bagian dari denyut perkembangan teater nasional. Melalui pertemuan lintas wilayah inilah, banyak gagasan, metode latihan, dan tradisi teater saling bertukar dan memperkaya perjalanan sanggar.
Filosofi berkesenian Sanggar Budaya selalu berangkat dari kegelisahan, yaitu kebutuhan untuk merespons fenomena sosial, perubahan zaman, tradisi yang bergerak, dan pergulatan batin manusia. Dari prinsip ini, karya-karya Sanggar Budaya sering menghadirkan kritik sosial, pembacaan atas realitas hidup rakyat kecil, serta penelusuran atas identitas dan kebijaksanaan lokal.
Sanggar Budaya tidak memisahkan tradisi dan modernitas secara kaku; keduanya dipertemukan sebagai bahan bakar penciptaan bentuk estetika yang terus berkembang.
Sampai hari ini, di usia 58 tahun, Sanggar Budaya Kalimantan Selatan tetap bertahan meski sering menghadapi keterbatasan fasilitas, ketimpangan perhatian, dan dinamika dunia kesenian yang tidak selalu adil. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir militansi dan solidaritas para penggeraknya. Sanggar Budaya tetap hidup melalui pergelaran rutin, workshop, lokakarya, latihan terbuka, hingga kegiatan tahunan Syukuran, Doa, dan Fatwa Budaya, yang menjadi ruang pertemuan lintas generasi dalam merawat ingatan dan harapan.
Sanggar Budaya Kalimantan Selatan bukan sekadar kelompok seni—ia adalah perjalanan panjang, rumah ide, rumah persaudaraan, dan rumah budaya yang terus bergerak. Dari tahun 1967 sampai sekarang, dari Adjim Arijadi hingga generasi hari ini, Sanggar Budaya tetap menyalakan nyala kecil seni yang tidak pernah padam
Legalitas
Yayasan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan
Nama badan hukum terdaftar
XV-III/YSB-KS/XI-017
Nomor SK
Sekretariat