Musik Alahay

Musik Alahay

Seni Pertunjukan Kab. Kotabaru

Identifikasi & Definisi

Musik Alahai adalah musik tradisional khas suku Sama Bajau di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang memadukan unsur budaya Bajau, Banjar, dan Arab. Alat musik yang digunakan meliputi panting, gambus, biola, suling, rebana, ketipung, dan gitar elektrik. Musik ini sempat hampir punah namun kini giat dilestarikan kembali.

A. Aspek Kesejarahan
• Akar Tradisi (Sattung): Sebelum Alahai, masyarakat Bajau Rampa menggunakan musik tradisional sattung yang diiringi syair iko-iko, namun kesenian ini mulai jarang dimainkan pada akhir tahun 1990-an.
• Pengembangan (Era 1990-an akhir): Seniman lokal bernama Daeng Muhtar mengembangkan musik Alahai untuk menghidupkan kembali tradisi musikal Suku Sama Bajau.
• Akulturasi Budaya: Musik Alahai merupakan perpaduan berbagai instrumen, termasuk alat musik tradisional Bajau, pengaruh Banjar, pengaruh Arab, dan alat musik modern.
• Instrumen yang Digunakan: Alat musik yang membentuk alahai meliputi gambus, panting, biola, suling, ketipung, kontrabass, gitar elektrik, dan rebana.
• Asal-usul: Sattung merupakan alat musik berdawai yang terbuat dari bambu, serupa dengan kecapi, dan merupakan warisan budaya asli Suku Bajau Rampa.

B. Aspek Sosial dan Budaya
• Identitas dan Pelestarian Budaya: Musik Alahai adalah simbol kebanggaan dan identitas suku Sama Bajau. Upaya pelestarian terus dilakukan oleh seniman lokal untuk mencegah hilangnya musik ini di tengah modernisasi.
• Akulturasi Budaya: Musik ini menunjukkan keterbukaan budaya, di mana grup musik seperti "Alahai Pusaka Laut" mengadopsi instrumen dari berbagai budaya, seperti gambus (Arab), biola, dan panting (Banjar), menciptakan perpaduan melodi yang unik.
• Pengiring Upacara Adat: Musik tradisional dalam budaya Bajau, termasuk irama yang mirip dengan titik (irama) yang digunakan saat pernikahan atau penyambutan tamu, berfungsi memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.
• Pengembangan Kreativitas: Musik Alahai Rampa contohnya, dikembangkan oleh seniman lokal dengan menyesuaikan instrumen untuk menjaga relevansinya, menunjukkan adaptasi sosial-budaya yang dinamis

C. Fungsi dalam Masyarakat
• Pengiring Upacara Adat dan Pernikahan: Musik ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam upacara pernikahan (nikah/sanding) dan acara adat lainnya, menciptakan suasana meriah.
• Hiburan dan Kegembiraan: Musik Alahai berfungsi menghibur masyarakat, memberikan suasana santai dan gembira, serta sebagai sarana melepaskan lelah.
• Media Ritual dan Spiritual: Dalam beberapa tradisi, musik digunakan untuk mengiringi ritual, bahkan mengandung unsur doa dan harapan.
• Identitas Budaya: Sebagai warisan nenek moyang, musik ini berfungsi menjaga identitas dan eksistensi suku Bajau, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
• Pengiring Tari dan Pencak Silat: Seringkali, alunan musik tradisional Bajau diiringi dengan tarian tradisional (seperti Nigal) dan pertunjukan pencak silat (manca)

Lokasi & Persebaran

Kabupaten Kotabaru

Upaya Pelestarian

1. Pelindungan
• Dokumentasi Audio-Visual: Merekam permainan musik Alahai yang asli oleh seniman senior agar teknik permainan dan lagunya tidak hilang.
• Inventarisasi Alat Musik: Mendata dan merawat alat-alat musik tradisional yang digunakan dalam musik Alahai.

2. Pengembangan
• Kreasi dan Modifikasi: Mengembangkan aransemen musik Alahai tanpa menghilangkan akar tradisinya agar lebih diterima oleh generasi muda.
• Penelitian dan Kajian: Melakukan kajian mendalam mengenai makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam musik Alahai.

3. Pemanfaatan
• Pementasan Seni: Menampilkan musik Alahai dalam acara adat, festival budaya, dan penyambutan tamu di Kabupaten Kotabaru.
• Publikasi Media Sosial: Memanfaatkan platform digital untuk mengenalkan musik Alahai kepada khalayak luas, meningkatkan kebanggaan identitas budaya.

4. Pembinaan
• Pelatihan (Workshop): Mengadakan pelatihan intensif oleh maestro musik Alahai kepada anak-anak muda Sama Bajau.
• Pendidikan Seni Budaya: Memasukkan materi musik Alahai ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah di wilayah komunitas Bajau.

Pihak Terkait

Komunitas / Organisasi:
Alahai Pusaka Laut.
Guru Budaya / Maestro:
Kai Muhtar (Alm), 72 Tahun.

Galeri

Referensi

Jumain.(2024, 17 Desember) Bawa Musik Alahai, Semua Dibuat Heran, Bajau Kotabaru Ikuti Pertemuan Bajau se-Nusantara. https://radarbanjarmasin.jawapos.com/feature/1975431259/bawa-musik-alahai-semua-dibuat-heran-bajau-kotabaru-ikuti-pertemuan-bajau-se-nusantara.