POTENSI KESENIAN ADAT ISTIADAT BUDAYA SUKU DAYAK LEMBAH MERATUS, KOTABARU
Deskripsi
Buku Potensi Kesenian Adat Istiadat Budaya Suku Dayak Lembah Meratus, Kotabaru merupakan kajian mengenai kekayaan seni dan budaya masyarakat Dayak Manunggal di Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Buku ini mendokumentasikan berbagai bentuk kesenian tradisional, mulai dari alat musik, tari ritual, hingga nilai-nilai adat yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Selain mengulas sejarah, kondisi geografis, dan kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak Lembah Meratus, buku ini juga menawarkan strategi pelestarian dan pengembangan kesenian sebagai aset budaya sekaligus potensi wisata berbasis masyarakat. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, pelaku budaya, pemerintah, serta masyarakat dalam upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya Dayak di Kalimantan Selatan.
Ringkasan
Buku ini membahas potensi kesenian adat istiadat budaya Suku Dayak Lembah Meratus, khususnya komunitas Dayak Manunggal di Desa Rantau Buda, Kabupaten Kotabaru. Pembahasan diawali dengan kajian teoritis mengenai seni, simbol, budaya, religi, dan ritual, kemudian dilanjutkan dengan gambaran geografis, sejarah, serta kehidupan sosial masyarakat. Fokus utama buku adalah dokumentasi kesenian tradisional yang meliputi alat musik seperti gelang hiyang (giring), gong, sarun, suling, babun, gamalan, dan rebab, serta seni tari seperti Tari Balian, Joget Sasar Punai, dan Joget Langkah Tiga. Buku ini juga menguraikan perubahan fungsi kesenian dari media ritual menjadi sarana sosial, hiburan, dan pertunjukan, serta mengidentifikasi tantangan pelestarian akibat berkurangnya regenerasi pelaku seni. Sebagai rekomendasi, buku menawarkan konsep pengembangan kesenian berbasis pariwisata budaya melalui penguatan kawasan budaya, pusat seni, homestay, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Dokumentasi ini menjadi upaya penting dalam melestarikan identitas budaya Dayak Lembah Meratus sekaligus mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Kotabaru.