Dapur Harang
Identifikasi & Definisi
Dapur harang dulunya adalah ilmu pengetahuan dari masa penjajahan Jepang yang masuk di wilayah kab. Tanah laut tepatnya di desa ranggang kec. Takisung kab. Tanah laut. Pada masa itu Jepang membawa para Romusa untuk membuat Dapur harang di tempat tersebut karena memiliki potensi yang sangat luar biasa terutama dari bahan baku kayu yang sangat melimpah pada masa itu, usaha ini dipercayai banyak menghasilkan keuntungan bagi masyarakat di Desa ranggang sebagai mata pencaharian. Jadi masyarakat disana sebagian besar berwirausaha kayu arang maupun sebegai pekerja kurang lebih 80% dari Masyarakat ranggang usahanya adalah dapur arang.
A. Alat/Bahan Pembuatan Tungku untuk Dapur Harang
1. Tanah bertekstur Kasar
2. Tanah Liat
3. Kayu
4. Cangkul
B. Cara Pembuatan Tungku untuk Dapur Harang
1. Buat lubang terlebih dahulu untuk tempat pembakarannya
2. Buat kerangka dari kayu yang berbentuk lingkaran
3. Kemudian campur tanah biasa dengan tanah liat dan bentuk menyerupai rangka yang sudah dibuat dengan kayu tersebut
4. Setelah selesai pembuatan tungku bakar didalam nya agar tanah yang sudah berbentuk lingkaran tersebut keras dan kuat untuk dijadikan tungku
5. Ukuran tungku yang dibuat bermacam-macam ada yang tinggi 4 meter dan ada jua tinggi 2 Meter dengan diameter lingkaran 48 Meter
6. Proses pembuatan tungku sampai menjadi keras kurang lebih 30 hari
C. Bahan yang digunakan untuk Harang
1. Kayu Alaban (adalah kayu terbaik untuk dijadikan arang dengan kelebihan panasnya melebihi arang lain serta Lambat habis)
2. Kayu Pohon Getah
3. Kayu Ulin
4. Kayu Hutan
5. Bahan-bahan kayu dapat ditemukan didaeraah Hulu Sungai Selatan, Kapuas (Kalteng) serta Kotabaru
D. Cara Pembuatan Harang
1. Pilah kayu yang bisa dipakai untuk dijadikan arang yaitu kayu yang bercikang
2. Susun kayu dengan berdiri didalam tungku yang sudang tersedia yang dikerjakan dengan 4 orang pekerja
3. Dalam penyusunan dibedakan jenis kayu yaitu kayu alaban terletak dibagian belakang dan kayu pohon getah dibagian depan agar mudah pemilahan arang setelah selesai
4. Setelah kayu tersusun semua bakar dengan api dalam tungku tersebut dan tutup rapat lubang dengan semen agar bisa terbakar sempurna
5. Waktu pembakaran teresebut kurang lebih 30 hari dari memasukkan bahan-bahan kayu tersebut kedalam tungku
6. Setelah 30 hari dilakukan pendinginan kurang lebih satu minggu terhadap arang agar mudah untuk dikeluarkan dengan membuka penutup semen yang telah terpasang agar mengurangi panas terhadap arang tersebut
7. Pendinginan selesai baru para pekerja memecahkan arang-arang tersebut sesuai bentuk nya untuk dibuat didalam karung yang sudang disediakan (jenis karung bermacam-macam kalau bertulisan made in Indonesia artinya arang tersebut akan diekspor keluar negeri seperti (Timur Tengah, Korea dan Cina)
A. Alat/Bahan Pembuatan Tungku untuk Dapur Harang
1. Tanah bertekstur Kasar
2. Tanah Liat
3. Kayu
4. Cangkul
B. Cara Pembuatan Tungku untuk Dapur Harang
1. Buat lubang terlebih dahulu untuk tempat pembakarannya
2. Buat kerangka dari kayu yang berbentuk lingkaran
3. Kemudian campur tanah biasa dengan tanah liat dan bentuk menyerupai rangka yang sudah dibuat dengan kayu tersebut
4. Setelah selesai pembuatan tungku bakar didalam nya agar tanah yang sudah berbentuk lingkaran tersebut keras dan kuat untuk dijadikan tungku
5. Ukuran tungku yang dibuat bermacam-macam ada yang tinggi 4 meter dan ada jua tinggi 2 Meter dengan diameter lingkaran 48 Meter
6. Proses pembuatan tungku sampai menjadi keras kurang lebih 30 hari
C. Bahan yang digunakan untuk Harang
1. Kayu Alaban (adalah kayu terbaik untuk dijadikan arang dengan kelebihan panasnya melebihi arang lain serta Lambat habis)
2. Kayu Pohon Getah
3. Kayu Ulin
4. Kayu Hutan
5. Bahan-bahan kayu dapat ditemukan didaeraah Hulu Sungai Selatan, Kapuas (Kalteng) serta Kotabaru
D. Cara Pembuatan Harang
1. Pilah kayu yang bisa dipakai untuk dijadikan arang yaitu kayu yang bercikang
2. Susun kayu dengan berdiri didalam tungku yang sudang tersedia yang dikerjakan dengan 4 orang pekerja
3. Dalam penyusunan dibedakan jenis kayu yaitu kayu alaban terletak dibagian belakang dan kayu pohon getah dibagian depan agar mudah pemilahan arang setelah selesai
4. Setelah kayu tersusun semua bakar dengan api dalam tungku tersebut dan tutup rapat lubang dengan semen agar bisa terbakar sempurna
5. Waktu pembakaran teresebut kurang lebih 30 hari dari memasukkan bahan-bahan kayu tersebut kedalam tungku
6. Setelah 30 hari dilakukan pendinginan kurang lebih satu minggu terhadap arang agar mudah untuk dikeluarkan dengan membuka penutup semen yang telah terpasang agar mengurangi panas terhadap arang tersebut
7. Pendinginan selesai baru para pekerja memecahkan arang-arang tersebut sesuai bentuk nya untuk dibuat didalam karung yang sudang disediakan (jenis karung bermacam-macam kalau bertulisan made in Indonesia artinya arang tersebut akan diekspor keluar negeri seperti (Timur Tengah, Korea dan Cina)
Lokasi & Persebaran
Desa Ranggang
Upaya Pelestarian
1. Pelindungan: Pelindungan Dapur Harang dilakukan melalui inventarisasi, pendataan, dan dokumentasi sejarah, asal-usul, bentuk, fungsi, bahan, teknik, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Upaya ini juga dilakukan dengan mendata pelaku budaya dan mendorong pewarisan pengetahuan Dapur Harang kepada generasi muda.
2. Pengembangan: Pengembangan dilakukan melalui penyusunan dokumentasi dan bahan edukasi, pengembangan media digital, serta kajian mengenai sejarah, fungsi, dan nilai budaya Dapur Harang. Pengembangan tetap mempertahankan karakteristik dan identitas tradisional Dapur Harang.
3. Pemanfaatan: Dapur Harang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran dan pengenalan pengetahuan budaya masyarakat melalui pameran, festival, kegiatan edukasi, publikasi, serta media digital. Pemanfaatan juga dapat dikembangkan dalam kegiatan wisata budaya dengan tetap memperhatikan konteks dan nilai tradisionalnya.
4. Pembinaan: Pembinaan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, dan pewarisan pengetahuan Dapur Harang kepada generasi muda. Kegiatan melibatkan pelaku budaya, maestro, guru budaya, komunitas, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat keberlanjutan Dapur Harang sebagai warisan budaya masyarakat.
2. Pengembangan: Pengembangan dilakukan melalui penyusunan dokumentasi dan bahan edukasi, pengembangan media digital, serta kajian mengenai sejarah, fungsi, dan nilai budaya Dapur Harang. Pengembangan tetap mempertahankan karakteristik dan identitas tradisional Dapur Harang.
3. Pemanfaatan: Dapur Harang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran dan pengenalan pengetahuan budaya masyarakat melalui pameran, festival, kegiatan edukasi, publikasi, serta media digital. Pemanfaatan juga dapat dikembangkan dalam kegiatan wisata budaya dengan tetap memperhatikan konteks dan nilai tradisionalnya.
4. Pembinaan: Pembinaan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, dan pewarisan pengetahuan Dapur Harang kepada generasi muda. Kegiatan melibatkan pelaku budaya, maestro, guru budaya, komunitas, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat keberlanjutan Dapur Harang sebagai warisan budaya masyarakat.
Pihak Terkait
Komunitas / Organisasi:
Bumdes Karya Bersama
Bumdes Karya Bersama
Guru Budaya / Maestro:
Muhammad Noor Amin
Muhammad Noor Amin
Galeri
Dapur Harang
Dokumen & Media
KAJIAN POTENSI DAN PENGEMBANGAN PENGUSAHAAN ARANG KAYU DI DESA RANGGANG LUAR KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATANReferensi
KAJIAN POTENSI DAN PENGEMBANGAN PENGUSAHAAN ARANG KAYU DI DESA RANGGANG LUAR KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Potential Assessment and Development Concession Charcoal Wood in the Ranggang Luar Village, Takisung Sub District,Tanah Laut, South Kalimantan
Zainal Abidin, Ahmad Jauhari, dan Muhammad Hafizh Afriza
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km 36, Banjar Baru,70234
Potential Assessment and Development Concession Charcoal Wood in the Ranggang Luar Village, Takisung Sub District,Tanah Laut, South Kalimantan
Zainal Abidin, Ahmad Jauhari, dan Muhammad Hafizh Afriza
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km 36, Banjar Baru,70234